Ketika Anda meninggalkan Indonesia dan memulai kehidupan baru di Jepang, tentunya banyak perbedaan, seperti bahasa, budaya, adat istiadat, dan orang-orang di sekitar Anda. Hal ini dapat membuat Anda mudah lelah, baik secara fisik maupun mental
Mungkin Anda belum bisa berbicara bahasa Jepang dengan baik, dan akan merindukan keluarga dan teman-teman Anda, atau pekerjaan Anda mungkin terasa berat. Ketika situasi ini terus berlanjut, hal ini dapat menyebabkan kelelahan mental dan bahkan bisa membuat Anda sakit.
Penyakit mental adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Sama seperti halnya penyakit fisik, jika ada sesuatu yang tidak beres, segera periksakan diri Anda ke dokter.
Pada bagian ini kami akan menjelaskan apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Anda, gejala-gejala apa saja yang muncul pada penyakit mental, dan ke mana Anda harus berkonsultasi jika Anda mengalami gangguan mental.
• Ketika Anda meninggalkan tempat yang selama ini Anda tempati, akan ada perubahan, seperti bahasa, budaya dan adat istiadat, serta orang-orang di sekitar Anda, yang dapat membuat Anda mudah lelah, baik secara fisik maupun mental. Hal ini disebut shok budaya, dan merupakan sesuatu yang dapat terjadi pada siapa saja.
• Anda mungkin belum bisa berbicara bahasa Jepang dengan baik, Anda mungkin merindukan keluarga dan teman-teman Anda, dan pekerjaan Anda mungkin berat. Apabila situasi ini terus berlanjut, hal ini dapat menyebabkan kelelahan mental dan fisik dan membuat Anda sakit.
• Saat keadaan sedang sulit atau Anda merasa sedih, berbagilah atau ceritakanlah kesulitan Anda dengan seseorang yang berasal dari negara Anda. Berteman dengan rekan kerja dan orang Jepang serta mengenali budaya Jepang dapat membantu Anda membiasakan diri dan terlatih dengan kehidupan di Jepang.
Komentar
Apakah penjelasan ini membantu?
Situs web JITCO “Kesehatan Mental/Senyum Semua Orang” (7 bahasa)
Ketika Anda merasa lelah secara fisik dan mental, Anda mungkin mengalami gejala yang disebut “reaksi stres” berikut ini:
Fisik: Sakit kepala, sakit perut, hilang nafsu makan, sembelit atau diare, sulit tidur.
Mental: Merasa sedih, kurang motivasi, mudah merasa jengkel
Perilaku: Makan berlebihan, minum alkohol berlebihan, belanja berlebihan, sering terlambat.
Kognitif: Hanya memikirkan hal-hal negatif, melihat orang-orang di sekitar Anda sebagai musuh, merasa seperti dilecehkan.
Jika kondisi ini berlangsung lama, Anda bisa jatuh sakit. Oleh karena itu, penting untuk mengenali reaksi stres sejak dini, memberi tubuh waktu istirahat, tidur yang cukup, dan berbicara dengan seseorang untuk mengurangi risiko penyakit.

Gejala kelelahan dapat berkurang dengan penggunaan obat.
Misalnya, ketika Anda mengalami insomnia, tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, dan sulit berkonsentrasi saat bekerja, Anda dapat menggunakan obat tidur untuk membantu memperbaiki kualitas tidur, kondisi fisik, dan kemampuan berkonsentrasi.
Namun, sebaiknya Anda terlebih dahulu memeriksakan diri ke Departemen Psikiatri atau Departemen Terapi Psikologis untuk mendapatkan konsultasi dari para ahli (lihat pertanyaan 5.8).
• Anda tidak lagi dapat mengendalikan perasaan atau perilaku Anda, sehingga Anda mungkin mengalami depresi. Konsultasikan dengan bagian psikiatri (kejiwaan)atau pengobatan psikosomatik (➡ Lihat 5.8).
• Jika depresi, gejala fisik seperti sakit kepala, rasa ingin muntah, nyeri dada, dan mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki akan muncul. Anda perlu minum obat dan istirahat.
• Perasaan ingin bunuh diri lebih mudah muncul ketika Anda berada dalam kondisi depresi (penyakit depresi). Pertama, bicaralah dengan seseorang yang dapat Anda percayai dan pergilah bersama orang tersebut untuk berkonsultasi dengan bagian pengobatan psikosomatik atau psikiatri (➡ Lihat 5-8.).
• Jika perasaan ingin bunuh diri sangat kuat, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Jika Anda tidak memiliki orang terdekat yang dapat Anda ajak bicara, mintalah saran dalam bahasa Indonesia dari salah satu hotline di [Daftar Layanan Konsultasi].
• Perasaan bahwa seseorang mengatakan hal-hal buruk tentang Anda mungkin merupakan gejala yang disebut “paranoia”, dan mendengar suara-suara atau suara-suara aneh padahal tidak ada orang lain di sana mungkin merupakan gejala yang disebut “halusinasi pendengaran”. Ini adalah gejala yang muncul pada saat kelelahan mental atau fisik.
• Jika gejala-gejala ini terjadi berulang kali, ini mungkin merupakan tanda penyakit mental. Konsultasikan dengan bagian pengobatan psikosomatik atau psikiatri (kejiwaan/Psikolog) (➡ Lihat 5-8.).
• Pertama, berkonsultasilah dengan seseorang di bagian pengaduan atau penasehat perusahaan Anda atau seseorang di dekat Anda yang dapat Anda andalkan. Mintalah bantuan kepada seseorang yang bisa dan mengerti bahasa Jepang untuk mencari informasi mengenai pusat konseling terdekat.
• Jika mereka berperilaku dengan cara yang dapat mengarah pada bunuh diri atau mereka gelisah, merusak barang, atau menyakiti orang lain, segera hubungi polisi.
•Konsultasikan dengan bagian pengobatan psikosomatik atau psikiatri (➡ Lihat 5-8.).
Seperti apa kondisi mental Anda saat ini?
Jawablah 15 pertanyaan berikut ini. Berapa banyak pertanyaan yang Anda jawab “Ya”?
| Ya | ||
|---|---|---|
| 1 | Apakah Anda pernah mengalami kesulitan tidur atau tertidur tapi tidak lama terbangun lagi, atau apakah Anda masih merasa lelah bahkan setelah tidur yang lama? | |
| 2 |
Pernahkah Anda merasa rendah diri atau tertekan, perasaan melankolis atau merasa begitu putus asa, tak punya harapan dan menyerah dalam segala hal? |
|
| 3 | Apakah Anda merasa lelah atau lesu tanpa alasan? | |
| 4 | Apakah Anda merasa tidak ingin makan apa pun, atau, begitu Anda mulai makan, Anda tidak dapat berhenti, atau apakah Anda minum alkohol berlebihan? | |
| 5 | Apakah Anda mengalami sakit kepala, mual, atau pusing? | |
| 6 | Apakah Anda merasa sulit berkonsentrasi atau sulit untuk membenamkan diri pada apa yang ada di hadapan Anda, justru Anda malah memikirkan hal lain? | |
| 7 | Apakah Anda merasa mudah panik atau mudah jengkel? | |
| 8 | Apakah Anda merasa sendirian di tempat kerja dan semua orang di sekitar Anda menjauh dari Anda, atau Anda tidak memiliki teman dan sendirian, atau merasa tidak ada yang akan membantu Anda? | |
| 9 | Apakah Anda merasa gugup atau cemas, atau selalu merasa khawatir, dan bahwa Anda menyebabkan masalah bagi diri Anda sendiri? | |
| 10 | Apakah jantung Anda berdebar-debar atau Anda merasa sesak napas? | |
| 11 | Apakah Anda merasa ingin mati, atau berpikir untuk bunuh diri? | |
| 12 | Apakah Anda pernah mencaci maki diri sendiri, memikirkan hal-hal seperti “Saya orang yang tidak bisa diandalkan” atau “Saya telah mengecewakan keluarga saya”? | |
| 13 | Apakah Anda merasa takut dengan orang-orang di sekitar padahal sebelumnya tidak, atau apakah Anda merasa ada sesuatu yang akan terjadi pada Anda? | |
| 14 |
Apakah Anda mudah terkejut oleh suara barang sekalipun, atau apakah Anda jadi lebih sensitif mendengar suara-suara yang datang dari suatu tempat? |
|
| 15 |
Apakah Anda berubah menjadi merasa lebih energik atau lebih banyak bicara daripada sebelumnya atau apakah Anda berbelanja barang lebih banyak daripada sebelumnya? |
|
Jumlah jawaban “Ya” ….. /15
Jika Anda menjawab “Ya” sekali saja… Ini adalah awal dari kelelahan mental dan fisik. Cobalah beberapa metode berikut ini. Jika Anda melakukannya, Anda akan merasa lebih lega, tidur lebih nyenyak, dan menjadi lebih berenergi secara mental dan fisik.
• Lakukan peregangan ringan di waktu luang saat kerja.
• Lakukan olahraga sampai terasa nyaman dan menyenangkan.
• Cobalah bicarakan kepada teman Anda yang sama dari Indonesia atau seseorang yang Anda rasa nyaman dan mengerti untuk mendengarkan tentang apa yang Anda rasakan saat ini.
• Mengobrol dengan keluarga dan teman Anda yang berada di Indonesia secara online.
• Dengarkan musik favorit Anda atau bacalah buku favorit Anda.
• Pergilah ke suatu tempat rekreasi yang alami.
• Rasakan dan nikmatilah perubahan alam pada musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.
• Selesaikan makan malam Anda setidaknya dua jam sebelum tidur.
• Berhentilah melihat ponsel Anda setidaknya 1 jam sebelum tidur.
• Bersantailah di bak mandi dan berendamlah dengan air panas sekitar 1 jam sebelum tidur.
• Cobalah untuk setiap pagi hari bangunlah di waktu yang sama.
• Setelah Anda bangun, langsung bukalah gorden dan jendela. Jika ruangan gelap, nyalakan lampu. Cobalah untuk pergi ke luar dan menikmati sinar matahari.
• Jika Anda minum alkohol, alkohol dapat memengaruhi kualitas tidur Anda, membuat Anda lebih mudah lelah. Cobalah untuk tidak bergantung pada alkohol atau merokok.
• Sumber: Dimodifikasi dari Mental Health: Petunjuk untuk Realisasi (pamflet MHLW dalam bahasa Jepang)• Jika jumlah jawaban “Ya” tidak berkurang bahkan setelah mencoba hal-hal di atas, temuilah spesialis kesehatan mental.
• Jika Anda menjawab “Ya” tiga kali atau lebih…
• Anda tampak sangat lelah secara mental.
• Temui Dokter spesialis kesehatan mental, yaitu bagian pengobatan psikosomatik atau psikiatri di klinik atau rumah sakit.
• Jika mereka memberi Anda obat, Anda akan sembuh.
• Pertama, tanyakan kepada bagian konsultasi perusahaan Anda apakah ada departemen psikiatri atau pengobatan psikosomatik yang memiliki reputasi baik di dekat perusahaan Anda. Kemudian, mintalah bantuan sampai Anda membuat janji temu/reservasi. Kemungkinan mereka akan menghubungi pusat bantuan yang ada di negara Anda.
• Jika tidak ada departemen psikiatri/pengobatan psikosomatik di dekat Anda, atau jika ada tetapi Anda tidak bisa membuat janji temu, pergilah ke klinik atau rumah sakit langganan Anda dan mintalah saran dari mereka. Mereka akan merujuk Anda ke dokter spesialis.
• Selain itu, setiap prefektur memiliki Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan Mental, yang memiliki layanan yang dikelola oleh spesialis kesehatan mental (layanan gratis).
• Jika tidak ada orang yang mengerti bahasa Jepang di sekitar Anda yang dapat membantu, mintalah saran dalam bahasa Inggris dari salah satu hotline di [Daftar Layanan Konsultasi].

• Biayanya sama dengan biaya ketika Anda pergi ke dokter ketika Anda merasa tidak enak badan (➡ Lihat 1-1).
• Jika Anda menemui spesialis kesehatan mental dan Anda diberitahu bahwa Anda harus datang secara teratur untuk pemeriksaan/perawatan rutin, ada sistem pengurangan biaya untuk setiap kunjungan. Sistem ini disebut “Perawatan Medis Mandiri (Perawatan Rawat Jalan Psikiatri)”.
• Kunjungi kantor pemerintah kota/daerah tempat tinggal Anda dan tanyakan kepada mereka bagaimana cara mengajukan permohonan pengurangan biaya ini.
• Menggunakan obat-obatan seperti stimulan dan ganja memiliki dampak negatif baik secara mental maupun fisik. Orang-orang di sekitar Anda juga akan mengkhawatirkan Anda. Ada banyak orang yang mulai menggunakannya karena mereka sedikit penasaran, akan berakibat pada mengembangkan penyakit yang disebut kecanduan dan ketergantungan. Jika seseorang menawarkan narkoba kepada Anda dan Anda menunjukkan keraguan sekecil apa pun, mereka akan mencoba menawarkannya lagi kepada Anda. Jika Anda ditawari narkoba, penting untuk memberikan penolakan yang tegas. Jika sulit untuk menolak, larilah dari situasi tersebut. Melarikan diri juga merupakan bentuk keberanian.
• Jika Anda mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti stimulan atau ganja, Anda akan menerima hukuman berat sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku di Jepang. Sebagai hukumannya, yang sangat umum terjadi adalah dipecat dari perusahaan. Jika Anda terlanjur menggunakannya, memang sulit dilakukan sendiri untuk berhenti menggunakannya, jadi sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau pakarnya. Jika Anda telah ditawari dan ragu-ragu, atau jika Anda telah menggunakannya, segeralah konsultasi.
• Minum alkohol sebelum atau sementara bekerja sangat berbahaya, jadi berhentilah melakukannya. Anda akan menjadi lebih rentan menyebabkan cidera pada diri sendiri atau orang di sekitar Anda, seperti kesalahan saat mengoperasikan mesin. Alkohol juga dapat membuat Anda merasa terlalu percaya diri, dan Anda mungkin mengatakan hal-hal yang biasanya tidak Anda katakan, atau membuat orang di sekitar Anda merasa tidak nyaman, yang dapat menyebabkan masalah bagi Anda di kemudian hari.
• Di Jepang, dilarang oleh hukum bagi siapa pun untuk meminum alkohol dalam bentuk apa pun sebelum berusia 20 tahun. Anda juga tidak diperbolehkan mengemudi kendaraan apa pun setelah minum alkohol meskipun dalam jumlah sedikit.
• Meminjamkan mobil kepada orang yang sedang mabuk, menyajikan alkohol kepada orang yang Anda tahu akan mengemudi, dan memasuki mobil yang sedang dikemudikan oleh orang yang sedang mabuk. 3 hal ini adalah contoh perilaku melanggar hukum. Jika Anda mengemudi setelah minum alkohol, SIM Anda tidak berlaku lagi bahkan ada juga yang dipecat oleh perusahaan Anda.
• Minum alkohol secara berlebihan memiliki dampak negatif baik secara fisik maupun mental. Bijaklah dalam hal minum alkohol.
